Juddah Yudha

SEBAB – SEBAB MUNCULNYA IKHTILAF

In ISLAM on January 24, 2013 at 11:47 pm

Khilafiah atau Ikhtilaf

Diantara sebab mengapa suatu perkara bisa menjadi masalah yang tidak disepakati hukumnya antara lain :

1. Berbeda pengertian dalam mengartikan kata

Adanya ayat yang berbeda satu dengan lainnya secara zhahirnya. Sehingga membutuhkan jalan keluar yang bisa cocok untuk keduanya. Di titik inilah para ulama terkadang berbeda dalam mengambil jalan keluar. Ini merupakan bahasan yang luas, terjadi karena adanya kata-kata yang jarang digunakan, dan kata-kata yang mempunyai arti lebih dari satu. Juga adanya kiasan di samping pengertian hakiki dan perbedaan huruf mengenai arti kata yang digunakan.

2. Riwayat Hadits

Adanyaperbedaan penilaian derajat hadits di kalangan ahli hadits. Di mana orang ahli hadits menilai suatu hadits shahih, namun ahli hadits lainnya menilainya tidak shahih. Sehingga ketika ditarik kesimpulan hukumnya, sangat bergantung dari perbedaan ahli hadits dalam menilainya.

3. Nashih-Manshukh

Adanya ayat atau hadits yang menghapus berlakunya ayat atau hadits yang pernah turun sebelumnya. Dalam hal ini sebagian ulama berbeda pendapat untuk menentukan mana yang dihapus dan mana yang tidak dihapus.

4. Saling berlawanan dalil mengenai suatu qaidah

Sebagaimana ulama ada yang menerima dalil mengenai suatu qaidah, sebagian lain menolaknya. Maka kemudian timbul perbedaan di antara ulama dalam menetapkan mana ayat yang berlaku mujmal dan mana yang berlaku muqayyad. Juga dalam menetapkan mana yang bersifat umum (‘aam) dan mana yang bersifat khusus (khaash).

5. Metodologi pengistimbathan hukum

Adanya perbedaan ulama dalam menggunakan metodologi atau teknik pengambilan kesimpula hukum setelah sumber yang disepakati. Misalnya, ada yang menerima syar’u man qablana dan ada yang tidak. Ada yang menerimaistihsan dan ada juga yang tidak mau memakainya.  Dan masih banyak lagi metode laiinya seperti saddan lidzdri’ah, qaulu shahabi, istishabm qiyas dan lainnya.

Selain itu, pengaruh kultur budaya setempat juga mempengaruhi pengistimabathan hukum. Tempat dimana para fuqaha tinggal sangat mempengaruhi hukum yang dikeluarkan. Contohnya Imam Syafi’i menulis kitabnya yang dinamakan qaulul qadim ketika ia tinggal di Iraq, dan membuat fatwanya yang baru yang dinamakan qaulun jadid saat beliau pindah ke Mesir, karena perbedaan kultur setempat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: