Juddah Yudha

PENGERTIAN IKHTILAF

In ISLAM on January 24, 2013 at 10:51 pm

Khilafiah atau Ikhtilaf

Khilafiah dalam bahasa kita sering diartikan dengan “perbedaan pendapat, pandangan, atau sikap”. Masalah khilafiah adalah masalah yang hukumnya tidak disepakati para Ulama. Perbedaan pendapat di antara kalangan umat Islam bukan hanya terdapat dalam masalah fiqih saja, tetapi khilafiah juga melingkupi berbagai macam hal, seperti siyasah (politik), dakwah, dan lain sebagainya. Sebenarnya, ketidaksepakatan yang terjadi di kalangan umat Islam terkadang hanya pada tataran yang sempit, bahakn seringkali hanya perbedaan penggunaan istilah. Tapi tidak jarang pula tataran perbedaannya luas, yaitu antara halal dan haram.

Ikhtilaf adalah kekayaan syari’at Islam. Banyak pendapat dalam syari’at Islam merupakan mutiara-mutiara yang tidak ternilai harganya. Karena ia akan menjadikan ilmu fiqih itu terus tumbuh dan berkembang, kerena setiap pendapat yang diputuskan berdasarkan kepada dalil-dalil dan qai’dah-qa’idah yang telah diambil istinbatnya, lalu diijtihadkan, ditimbang-timbang kekuatan dalilnya, ditarjihkan kemudian diterapkan pada masalah-masalah yang serupa dengannya (qiyas).

Bagaimanapun perbedaan adalah suatu kepastian, sunnatullah yang manusia tidak mungkin untuk merubahnya. Allah SWT sendiri telah menetapkan adanya perbedaan itu dalam firmannya yang artinya “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS : Ar-Rum : 22).

Ada banyak sekali ikhtilaf dalam Islam, namun yang macam-macam secara umum bisa dibagi dua golongan besar :

  1. Ikhtilaf yang tidak bisa dibenarkan.
  2. Ikhtilaf yang bisa dibenarkan.

Ikhtilaf yang tidak bisa dibenarkan adalah ikhtilaf dalam masalah aqidah yang prinsip. Masalah yang prinsip atau pokok itu seperti aqidah yang paling dasar, tauhid yang esensial serta konsep ketuhanan yang fundamental, tidak pernah terjadi perbedaan pendapat. Ikhtilaf sebenarnya sedikit menyentuh masalah kerangka dasar ibadah. Namun, ketika para fuqoha mulai memasuki teknis dan operational yang tidak prinsipil ikhtilaf tidak bisa dibendung kemunculannya.

Ikhtilaf yang bisa dibenarkan adalah ikhtilaf dalam masalah furu’, dan dalam masalah i’tiqod yang tidak prinsip, seperti masalah membaca Basmalah Fatihah Shalat Jahar, masalah Qunut Shubuh, amaliyah kalangan tradisional seperti Tahlil, dan lain sebagainya.

Ikhtilaf berbeda dengan iftiraq, iftiraq menurut bahasa berasal dari kata mufarawah yang artinya perpecahan dan perpisahan. Sedangkan menurut istilah para ulama, iftiraq adalah keluar dari sunnah dan jama’ah pada salah satu ushul (pokok) dari perkara-perkara ushul yang mendasar, baik dalam aqidah ataupun amaliyah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: